Jurnal SMK (Jalan Santai Diesnatalis)

25 Oktober 2013


(Ketika masih Alay)

Gue mau cerita acara tadi yang suangat sueru sekaleee....jalan santai Jum'at-Jum'at di acara dies natalis hari pertama. 

Tadi, Gue telat sampai ke sekolah. Ya gak telat-telat amat sih. Langsung cus menuju ke UKS markas para PMR. Parahnya lagi, Gue ketinggalan gak ikut briefing. Langsung tancap gas menuju ke gerbang depan, dan gue ketinggalan foto-foto bersama anggota PMR. Hiks hiks, piye njal perasaanmu? Nyakitin eg nda..jleeb banget. :'(

Jalan santai di buka. Gue naik sepeda. Soalnya Gue bawa obat P3K. Gue duluan kayak abang abang tukang jualan obat, nawarin siapa yang sakit. (Anehnya anak PMR, mengharapkan orang sakit. ya Tuhan..jahat banget ya) Sampai simpang lima gue berenti. Terus tancap lagi ngonthel. Lalu berenti di depan luwes. Eh, ada adik kelas merah muda matahari(English: Pink sun) alias pingsan. Temen Gue si Sandra, nelpon yang di mobil. Sandra nelpon Juna, eh..Juna LOLA banget nyautnya. --" Dasar Juna. 

Setelah yang semaput diangkut mobil, sepeda yang Gue bawa digantikan oleh Sandra dan Putri. Ya gue jalan kaki, sudah hampir sampai pertigaan Tugu Ganesha, gue lupa nanya jalannya. Setelah menunggu beberapa menit, Gue ketemu Sandra dan Putri. Eh, mereka nggak bawa sepeda Gue tadi. Hadeehhh...Gue tanya, mana sepedanya? Dia jawab, dibawa sama miss Kara dan miss Enika. --" Walhasil kami berempat jalan kaki ikut rombongan temen-temen yang jalan. 

Tiba-tiba, Gue ketemu sama Julia, daaannn...momen tersebut bagaikan pertemuan adek-kakak yang sudah berpisah sekian lama tak berjumpa. Ibarat acara televisi, Jalinan Kasih. Dua orang ini dipertemukan, jangan dibayangkan seperti apa. -,- Gila, absurd, gak jelas banget pokoknya. Sepanjang jalan, Gue dan Julia seperti orang gila lepas, belum minum obat dua minggu. Jangan dibayangkan. Memalukan. -,-

Sesampainya di sekolah, semua peserta jalan santai harus mengumpulkan kupon dan ditukar dengan air mineral. Di lapangan tengah sudah terpasang panggung untuk pentas seni. Saat itu semua peserta nyanyi-nyanyi pensi yang sedkikit absurd namun seru. 

Setelah jalan santai ternyata anak-anak PMR diberi jatah untuk makan-makan gratis. Dipanggung ada panitia diesnatalis yang saat itu dihandle oleh OSIS, sibuk membagikan hadiah undian. Selain undian, pihak sponsorship yakni Yamaha dan Telkomsel mengadakan challenge foto tergokil. 

Anak PMR ikutan dong. Foto itu, sumpah jelek banget, gokil banget. --" Selain itu, ada juga lomba joget Goyang Sesar terheboh. Gue ikutan. Seru tuh Goyang Sesar. 

Panitia sempat marah gara-gara keyboard band esemka kena air. Ada yang main air soalnya. Walhasil nyanyi-nyanyi gak jelas itu diberhentikan. Rusuh-rusuh seru. :D 

Yaudah, Gue kembali ke markas (UKS), Gue mengambil gambar orang yang modus-modusin adek kelas. Gue gak sendirian, ada Afrizal, Alfeus, dan teman-temannya. Pokoknya yang nama depannya "Al". Tiba-tiba ukh Indah datang, ya makin rusuh. Nyanyi-nyanyi gaje di UKS sampai suara habis. Gampang sih sebenernya kalau habis mah tinggal beli aja di tukang pecel. 

Kami semua menunggu para laki-laki selesai ibadah Jum'at, katanya sih bakal ditraktir siomay sama mbah Hatmojo alias Koh Roni. Sebelumnya sholawatan dulu di UKS...Gue profokatornya. --" Gue ngajak semua orang yang nongkrong di UKS. Bak orang gila lepas. --" 

Oke, para laki-laki sholeh hentai selesai ibadah. Gue, mbak Ani, dan mbah Mojo ke tempat siomay di gor simpang lima. Gue bingung sebenarnya ini traktiran apa. Masih menjadi rahasia. Kami bertiga melakukan sebuah kerusuhan di warung siomay pasar Manuk. Memalukan juga. Di sana Gue jadi tahu bahwa mbah Mojo gak suka pedes.

Yang paling penting dari semua kegiatan hari itu adalah gue pertama kalinya makan es teler yang ada suket segoro (baca: rumput laut). Ingin tahu manfaat suket segoro?

Oke lanjut besok dies natalis hari ke 2. Semoga lancar. Keep smile. :D *lanjut joget goyang sesar* 


(Cerita diesnatalis hari kedua: https://sastrakinasih.blogspot.com/2019/04/jurnal-smk-kemah-bakti-diesnatalis.html)

Comments

Popular posts from this blog