Jurnal SMK (Kemah Bakti Diesnatalis)
26 Oktober 2013
(Ketika masih Alay)
Dies natalis bagian kedua. Hari sabtu, 26 OKtober 2013 di sekolah gue, SMK Negeri 1 Purwodadi mengadakan resepsi hari jadinya yang ke 24th. Hari kedua, gue nggak telat berangkat sekolah lagi.
Dresscode-nya batik. Rangkaian acara tersebut dibuka dengan apel pagi. Pembina apel tersebut bapak kesiswaan yaitu mr. Sudono. Beliau menjelaskan tentang sejarah SMK N 1 Purwodadi.
Setelah apel selesai, kegiatan pada hari itu diisi dengan adanya pentas seni. Di buka juga stan-stan bazar. Gue, Julia, dan mbah Mojo berkeliling. Kali ini gue memisahkan diri dengan anak-anak kelas SENADA (Sekumpulan anak akuntansi dua). Gue bersama Julia duduk di bawah pohon palem kecil untuk nonton stand up comedy battle of comic. Hari itu panas banget.
Panasnya udara pada hari itu, sedikit terobati karena pentas seni yang dibawakan ada musik raege, dangdut, campursari, pop, dan masih banyak genre lainnya. Gue dan Julia nggak mungkin melewatkan kesempatan pesta tahunan sekolah ini. Mumpung ada musik, kami berdua joget ala pembantu rumah tangga di bawah panggung. Kucek kucek jemur jemur.
Desek-desekan nganti sumuke ra karuan.
Selain musik tadi, ada juga joget atau goyang bang Jali. Nasyid, modern dance, traditional dance, dan band-band sekolah meramaikan diesnatalis tersebut. Besarnya dan kesuksesan sebuah acara tidak terlepas dari yang namanya sponsoship. Banyak kalangan dan produk yang mendukung acara tersebut. Ada juga lima wartawan yang meliput.
Panasnya udara siang itu membuat gue memutuskan untuk istirahat di markas anak PMR. Namun gue sadar bahwa keputusan tersebut sangat salah. UKS jadi rusuh dengan penghuninya yang gilanya level kahyangan. Menyalakan music box yang volumenya mengalahkan musik di panggung. Dan saat itu juga gue mengabadikan momen-momen kemesraan antara beberapa laki-laki (baca: maho) yang saling mencintai.
***
Sekitar pukul 14.00 WIB, Gue siap-siap ganti seragam hijau atau biasa disebut seragam ojt, karena akan menghadiri acara Kemah Bakti. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan semua organisasi sekolah, serta ekstrakulikuler. Pembina upacara pembukaan tentu saja bapak kesiswaan. Beliau juga menjadi pemateri. Menampilkan video-video motivasi yang ditampilkan di layar proyektor, memaparkan perbedaan antara orang-orang Indonesia dengan orang-orang luar negeri, dan masih banyak lagi yang beliau sampaikan.
Saat istirahat, semua peserta kemah bakti mengambil sendiri makanan yang sudah disediakan di kantin gaul. Entah kenapa disebutnya kantin gaul. Apakah yang makan disana anak-anak gaul? Atau ibu kantinnya yang gaul? Masih menjadi misteri untuk saya. Saat itu gue terlalu kenyang karena mengambil makanan terlalu banyak. Balada manusia rakus.
Acara dilanjutkan. Dikarenakan cuaca malam itu hujan, maka api unggun diurungkan. Namun acara tetap berjalan seru karena pemateri yang cukup bisa mengubah suasana kekecewaan peserta. Malam itu juga ada penampilan pentas seni dari grub-grub organisasi dan ekstrakulikuler. Jangan ditanya tim PMR menampilkan penampilan sebagus apa. Saya sampai malu sendiri.
Pentas seni selesai, saatnya tidur. Gue pulas banget tidurnya.
Ke esokan harinya, acara dilanjutkan senam pagi. Senam yang absurd. Setelah senam, tak lupa sarapan. Lalu dilanjutkan dengan acara bakti sosial dan menanam pohon. Kemah bakti kali ini bertemakan Go Green dan Bakti Sosial.
Dari semua informasi diatas, saya menyampaikan bahwa semua tema pembicaraan peserta kemah bakti, tentang "kolor". Tawuran antara flashdisk dan kolor, instalasi kolor, scan kolor. UKS pun ternyata dijadikan tempat tidur anak-anak gaje. Kasur UKS jadi basah katanya. Saat itu pun gue baru tahu bahwa, jika laki-laki tidur tidak diperbolehkan untuk tengkurap, karena dapat menyebabkan kasur bolong. Lagi, lagi, dan lagi, Dika dan Gilang pelukan saat mereka tidur. Terdengar suara "ah....ah.....ah....." entah siapa yang mengatakannya.
Ternyata teman laki-laki saya banyak yang maho.
(Baca part pertama: https://sastrakinasih.blogspot.com/2019/04/jurnal-smk-jalan-santai-diesnatalis.html)
(Baca part pertama: https://sastrakinasih.blogspot.com/2019/04/jurnal-smk-jalan-santai-diesnatalis.html)
Comments
Post a Comment